Perencanaan Teknis & RAB Pembangunan Kawasan Sentra Nelayan dan Tambatan Perahu





Sebagai negara maritim, infrastruktur pesisir seperti dermaga nelayan dan tambatan perahu bukan sekadar bangunan beton di atas air. Ia adalah nadi ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, seringkali kita melihat proyek dermaga desa yang mangkrak, roboh sebelum waktunya, atau tidak fungsional karena perencanaan yang asal-asalan.

Hari ini, saya ingin membedah sebuah studi kasus nyata dari meja kerja saya: Perencanaan Area Tambatan Perahu dan Dermaga Nelayan.



Melalui tulisan ini, saya akan mengajak Anda menyelami proses di balik layar—mulai dari desain tata letak, pemilihan material talud yang tahan abrasi, hingga bedah Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang transparan. Jika Anda adalah perangkat desa, kontraktor, atau mahasiswa teknik sipil, artikel ini adalah referensi lapangan yang Anda butuhkan.



1. Tantangan Lokasi & Konsep Desain

Proyek ini bukan sekadar membangun tempat parkir perahu. Tantangan utamanya adalah sedimentasi dan abrasi. Tanpa penanganan yang tepat, alur sungai akan dangkal, dan perahu nelayan tidak bisa bersandar.

Dalam Masterplan yang saya rancang (bisa Anda lihat visualisasinya di video YouTube di akhir artikel ini), kawasan ini dibagi menjadi beberapa zona fungsional utama:

  1. Zona Sandar (Tambatan Perahu): Area utama tempat perahu nelayan berlabuh.
  2. Zona Proteksi (Talud): Dinding penahan tanah di sepanjang bibir sungai untuk mencegah longsoran tebing sungai.
  3. Zona Fasilitas Darat: Meliputi gudang nelayan untuk menyimpan alat tangkap , area parkir kendaraan , dan jalan setapak beton untuk aksesibilitas.
  4. Zona Penunjang Wisata: Penambahan gazebo/pondok agar area ini tidak kumuh, tapi menjadi destinasi wisata desa yang estetik.

Penting untuk dicatat bahwa desain teknik sipil modern tidak hanya bicara soal "kuat", tapi juga soal "manusia". Tata letak gudang dan parkir harus memudahkan nelayan mengangkut hasil tangkapan dari perahu ke kendaraan pengangkut tanpa hambatan.

 


2. Bedah Teknis: Konstruksi Talud & Normalisasi Alur

Mari kita masuk ke bagian "daging" dari perencanaan ini. Bagian ini sering diabaikan, padahal inilah penentu umur bangunan. Berdasarkan dokumen teknis dan RAB yang saya susun, berikut spesifikasinya:

A. Pondasi & Perkuatan Tebing (Talud)

Banyak kegagalan talud terjadi karena scouring (gerusan air) di bagian kaki. Untuk proyek ini, saya menggunakan kombinasi material alam dan pabrikan:

  • Cerucuk Kayu Gelam: Dalam RAB, tercatat volume penggunaan kayu gelam mencapai 1.600 meter. Mengapa gelam? Kayu ini memiliki karakteristik unik: semakin terendam air (tanah rawa/gambut), semakin kuat ia mengikat. Ini adalah kearifan lokal konstruksi lahan basah yang jauh lebih efisien dibanding tiang pancang beton mini untuk beban ringan-menengah.
  • Pasangan Batu Belah: Volume pasangan batu mencapai 222,26 m³. Ini adalah struktur gravitasi utama. Kuncinya ada pada adukan mortar yang kedap air namun tetap memiliki drainase.
  • Sistem Drainase (Pipa Resapan): Anda akan melihat item "Pemasangan Pipa Resapan" sepanjang 140 meter dalam RAB. Jangan pernah meremehkan pipa kecil ini. Tanpa pipa resapan (suling-suling), air tanah di belakang talud akan menumpuk saat hujan atau pasang, menciptakan tekanan hidrostatis yang bisa menjebol dinding batu setebal apapun.

B. Normalisasi Alur (Pengerukan)

Untuk mengatasi pendangkalan, diperlukan pekerjaan galian tanah (normalisasi) menggunakan alat berat. Spesifikasi yang saya gunakan adalah Excavator Long Arm di atas Ponton.

Dalam perhitungan saya, volume galian tanah mencapai 4.000 m³. Penggunaan Long Arm mutlak diperlukan karena jangkauan arm standar tidak akan mampu mengeruk bagian tengah alur sungai tanpa merusak bibir talud yang baru dibangun.

3. Transparansi RAB: Berapa Biaya yang Dibutuhkan?

Sebagai seorang Engineer, menghitung RAB adalah seni menyeimbangkan antara spesifikasi teknis dan ketersediaan anggaran. Salah satu keahlian utama yang saya tawarkan kepada klien adalah akurasi estimasi biaya agar tidak overbudget atau justru mangkrak kekurangan dana.

Dalam studi kasus ini, saya menyusun beberapa alternatif anggaran (Alternatif 1, 2, dan 3) untuk memberikan opsi kepada pemangku kebijakan. Mari kita bedah salah satu opsi (Alternatif 1) untuk melihat komponen biayanya:

  • Pekerjaan Persiapan: Sekitar Rp 32.100.000. Ini mencakup mobilisasi alat berat (Rp 30 juta), sewa barak kerja, hingga K3. Biaya mobilisasi seringkali mahal karena lokasi dermaga yang biasanya sulit diakses trailer pengangkut alat berat.
  • Pekerjaan Konstruksi Utama:
    • Talud: Memakan porsi terbesar, yakni sekitar Rp 297.298.074. Biaya terbesar ada pada material batu belah (Rp 249 juta).
    • Normalisasi Alur: Biaya pengerukan dianggarkan sekitar Rp 150.774.732.
    • Fasilitas Penunjang: Tangga dermaga (Rp 24,5 juta) , Parkir (Rp 31 juta untuk 2 unit pada opsi tertentu), dan Gudang Nelayan.

Total Estimasi Anggaran: Tergantung pada variasi desain (apakah menggunakan gazebo, jumlah parkir, dll), total anggaran berkisar antara Rp 560 Juta hingga Rp 785 Juta (termasuk PPN 11%).

Pelajaran penting: Angka dalam RAB bukan sekadar tebakan. Ia dihitung dari Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang memperhitungkan upah tenaga kerja lokal, harga material alam di quarry terdekat, dan koefisien produktivitas alat. Kesalahan koefisien sedikit saja bisa membuat kontraktor rugi atau negara kehilangan uang.

 




4. Mengapa Visualisasi 3D Itu Penting?

Dalam dokumen perencanaan yang saya buat, Anda bisa melihat gambar isometri 3D yang menampilkan bagaimana posisi talud bertemu dengan tangga, di mana posisi perahu bersandar, dan bagaimana kaitan gudang dengan jalan akses.

Bagi klien awam (seperti Kepala Desa atau pemilik rumah pribadi), gambar teknik 2D (potongan melintang/memanjang) seringkali membingungkan. Di sinilah peran saya sebagai desainer: menerjemahkan kerumitan teknis menjadi Gambar 3D yang mudah dipahami.

Dengan visualisasi 3D, kita bisa:

  • Mendeteksi potensi tabrakan antar struktur sebelum dibangun.
  • Memastikan estetika bangunan sesuai harapan.
  • Menjadi alat presentasi yang kuat untuk mencari investor atau persetujuan anggaran.

🔥 Butuh Referensi Lengkap RAB Excel + Gambar Desain Teknis?

Membaca rincian di atas mungkin memberikan gambaran besar, tetapi bagi Anda rekan sejawat (Kontraktor, Konsultan) atau Mahasiswa Teknik Sipil yang sedang menyusun Skripsi/Tugas Akhir, memiliki file kerja asli tentu jauh lebih bermanfaat.

Saya memahami betapa melelahkannya menyusun perencanaan infrastruktur air dari nol. Tidak hanya pusing menentukan harga satuan untuk item spesifik seperti pemancangan cerucuk gelam atau kistdam, tetapi juga rumit dalam menuangkan ide tersebut ke dalam gambar teknis yang presisi.

Oleh karena itu, saya telah merapikan Paket Bundling (RAB Excel + Gambar Desain) dari proyek Pembangunan Kawasan Tambatan Perahu Desa Perlang ini agar bisa Anda akses sekaligus.

Apa yang akan Anda dapatkan dalam paket ini?

1. File Master RAB (Format .xlsx Editable)

  • Excel Hidup: Bukan PDF, tapi Excel dengan rumus yang bisa Anda telusuri dan ubah sesuai harga satuan di daerah Anda.
  • Item Pekerjaan Lengkap: Mencakup persiapan, pekerjaan tanah & normalisasi alur , pasangan batu belah & talud , konstruksi beton dermaga/tangga , hingga finishing bangunan gudang dan area parkir.
  • Analisa Harga Satuan: Referensi analisa teknis untuk setiap item pekerjaan.
  • 3 Opsi Anggaran: Dilengkapi referensi perhitungan untuk berbagai alternatif desain (Alternatif 1, 2, & 3).

2. Dokumen Gambar Desain (Format PDF High Quality)

  • Visualisasi 3D Isometri: Gambar tiga dimensi yang memudahkan Anda memahami bentuk akhir kawasan (Dermaga, Gudang, Parkir, & Gazebo).
  • Site Plan & Layout: Tata letak lengkap kawasan tambatan perahu dan alur sungai.
  • Detail Teknis: Potongan melintang/memanjang untuk konstruksi talud penahan tanah dan dermaga tangga.

File ini sangat cocok dijadikan template atau referensi emas untuk penyusunan penawaran tender proyek desa maupun referensi Tugas Akhir perencanaan bangunan air.

👉 [KLIK DI SINI untuk Download Template RAB Excel Dermaga & Talud] 

5. Kesimpulan & Penawaran Jasa

Membangun infrastruktur air atau bangunan sipil lainnya membutuhkan kombinasi pemahaman hidrologi, geoteknik, dan manajemen biaya. Studi kasus ini membuktikan bahwa perencanaan yang matang dapat menghasilkan fasilitas yang fungsional, tahan lama, dan terukur biayanya.

Apakah Anda sedang merencanakan proyek serupa? Atau mungkin Anda membutuhkan jasa desain untuk keperluan pribadi?

Layanan yang Saya Tawarkan:

  1. Jasa Desain Rumah & Bangunan (2D/3D): Saya membantu Anda memvisualisasikan rumah impian atau bangunan komersial (Ruko, Gudang, Kost) dengan desain yang efisien secara struktur dan ruang.
  2. Perhitungan RAB (Rencana Anggaran Biaya): Jangan sampai uang Anda habis di tengah jalan. Saya akan menghitung detail kebutuhan material dan biaya upah secara presisi, baik untuk rumah tinggal maupun proyek pemerintah.
  3. Perencanaan Bangunan Air: Khusus untuk drainase, talud, kolam retensi, atau dermaga rakyat. Saya menggunakan analisis hidrologi berbasis data curah hujan dan standar SNI terbaru.
  4. Produk Digital Teknik Sipil: Bagi rekan mahasiswa atau engineer muda, saya juga menyediakan Template Excel Perhitungan Hidrologi Otomatis yang bisa mempercepat pekerjaan skripsi atau proyek Anda hingga 10x lipat.

Cara Memesan Jasa atau Produk Saya:



Seluruh portofolio, produk digital, dan kontak pemesanan jasa desain bisa Anda akses melalui tautan di bawah ini:

👉https://lynk.id/novri45

Jangan ragu untuk berkonsultasi. Membangun dengan perencanaan yang baik adalah investasi terbaik untuk masa depan aset Anda.